Kamis, 26 April 2012

PERILAKU DAN FAKTOR PERKEMBANGAN INDIVIDU


1.      Pengertian Prilaku
Perilaku adalah semua tindakan atau tingkah laku seorang individu, baik kecil maupun besar, yang dapat di lihat, didengar dan dirasakan (oleh indra perasa di kulit, dan bukan yang dirasakan di hati), oleh orang lain atau diri sendiri. Jadi perilaku meliputi bicara atau suara, gerakan-gerakan atau aksi-aksi baik berupa gerakan yang beraturan atau tidak beraturan, tidak berguna. Semua perilaku individu pasti di dahului oleh suatu penyebab, baik eksternal maupun internal. Penyebab eksternal dapat diperoleh dari individu lain maupun lingkungan  sekitarnya.
Penyebab internal dapat berasal dari sikap atau attitude, dan emosi yang didasari oleh watak dan kepribadian seseorang, setiap perilaku juga akan memberikan suatu akibat, baik bagi individu sendiri ataupun  pada lingkungannya.

2.      Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku manusia
A.    Genetika
B.     Lingkungan, pergaulan
C.     Norma sosial
A.    Genetika
Genetika adalah cabang biologi yang mempelajari pewarisan sifat pada organisme maupun suborganisme (seperti virus dan prion). Secara singkat dapat juga dikatakan bahwa genetika adalah ilmu tentang gen dan segala aspeknya.
Contoh: bentuk tubuh, cacat bawaan.

B.     Lingkungan
Lingkungan adalah semua kondisi-kondisi dalam dunia ini yang dalam cara-cara tertentu mempengaruhi tingkah laku,pertumbuhan perkembangan.
Contoh: keadaan alam (misal cara berbicara orang yang hidup di daerah pantai berbeda dengan orang yang hidup di daerah pegunungan.

C.    Norma sosial
Norma sosial adalah kebiasaan umum yang menjadi patokan perilaku dalam suatu kelompok masyarakat dan batasan wilayah tertentu. Norma akan berkembang seiring dengan kesepakatan-kesepakatan sosial masyarakatnya, sering juga disebut dengan peraturan sosial.
Contoh: tidak boleh meludah di depan orang banyak, karena tidak sopan.

v Perilaku menyimpang
Yang juga biasa dikenal dengan nama penyimpangan sosial adalah perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan atau kepatutan, baik dalam sudut pandang kemanusiaan (agama) secara individu maupun pembenarannya sebagai bagian daripada makhluk sosial.
  •  Bentuk penyimpangan berdasarkan sifatnya dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.
1. Penyimpangan bersifat positif. Penyimpangan bersifat positif adalah penyimpangan yang mempunyai dampak positif ter-hadap sistem sosial karena mengandung unsur-unsur inovatif, kreatif, dan memperkaya wawasan seseorang. Penyimpangan seperti ini biasanya diterima masyarakat karena sesuai perkembangan zaman. Misalnya emansipasi wanita dalam kehidupan masyarakat yang memunculkan wanita karier.
2. Penyimpangan bersifat negatif. Penyimpangan bersifat negatif adalah penyimpangan yang bertindak ke arah nilai-nilai sosial yang dianggap rendah dan selalu mengakibatkan hal yang buruk. Bobot penyimpangan negatif didasarkan pada kaidah sosial yang dilanggar. Pelanggaran terhadap kaidah susila dan adat istiadat pada umumnya dinilai lebih berat dari pada pelanggaran terhadap tata cara dan sopan santun.
Contoh: menjadi wts, pecandu narkoba.

2. Faktor perkembangan individu
A.  pertumbuhan dan perkembangan
Pengertian pertumbuhan dan perkembangan menurut para ahli psikologi.
1.      Menurut Monks, Knoers, dan Haditono (1984:2), menyatakan, “perkembangan memiliki kesaman dengan pertumbuhan.”
2.      Moh. Kasiram perpendapat pertumbuhan mengandung arti adanya perubahan dalam ukuran atau fungsi-fungsi mental. Sedangkan perkembangan mengandung makna adanya pemunculan hal yang baru. Pada peristiwa pertumbuhan dalam pandangan kasiram tampak adanya perubahan jumlah atau ukuran dari hal-hal yang telah ada, sedangkan dalam peristiwa perkembangan tampak adanya sifat-sifat yang baru, yang berbeda dari sebelumnya(1983:23)
3.      Kartono mendefinisikan pertumbuhan sebagai “perubahan secara psiologis sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi pisik, yang berlangsung secara normal pada diri anak yang sehat, dalam peredaran waktu tertentu.” Ia mengartikan pula pertumbuhan sebagai “proses transmisi dari konstitusi fisik(keadaan jasmaniah) yang warisan, dalam bentuk proses aktif yang continue” (Kartono, 1982:29) adapun mengenai arti sempit perkembangan dikatakan sebagai “proses pematangan fungsi-fungsi yang non fisik”(Kartono,1982:32).
Dari berbagai uraian di atas dapat di simpulkan bahwa perkembangan adalah rentetan perubahan jasmani dan rohani manusia menuju arah yang  lebih maju dan sempurna.
B. FASE-FASE DAN TUGAS PERKEMBANGAN
1.   fase dan tugas perkembangan menurut Buhler(1930)
a. fase pertama 0-1 tahun
fase ini adalah masa menghayati berbagai objek di luar diri sendiri, serta melatih gerakan-gerakan anggota badan.
b. fase kedua 2-4 tahun
fase ini merupakan masa pengenalan dunia objektif diluar diri sendiri, di sertai dengan penghayatan yang bersifat subjektif.
c. fase ketiga 5-8 tahun
fase ini bisa dikatakan sebagai masa sosialisasi anak.
d. fase keempat 9-11 tahun
fase ini adalah masa sekolah dasar.
e. fase lima 14-19 tahun
fase ini meurupakan tercapainya perpaduan antara sikap kedalam batin sendiri dengan sikap keluar pada dunia objetif.
2. fase dan tugas perkembangan menurut Hurlock (1978)
a. prenatal (sebelum lahir) atau pralahir
prenatal ini mulai konsepsi sampai umur 9 bulan dalam kandungan ibu.
b. masa natal
masa natal ini terdiri atas:
1. masa fancy atau neonates (dari lahir - 14 hari)
2. masa bayi (antara 2 minggu - 2 tahun)
3. masa anak (2-10/ 11 tahun)
c. masa remaja (11/12-20/21 tahun)
terbagi atas:
1. praremaja (11/12-13/14 tahun)
2. remaja awal (13/14-17 tahun)
3. remaja lanjut (17-20/21 tahun)
d. masa dewasa
terbagi atas:
1.dewasa awal (21-40 tahun)
2. dewasa menengan (40-60 tahun)
3. fase dan tugas perkembangan menurut Erikson (1963)
a. masa bayi (0-1,5 tahun)
b. masa toddler (1,5-3 tahun)
c. awal masa kanak-kanak (4-7 tahun)
d. akhir masa kanak-kanak (8-11 tahun)
e. awal masa remaja (12-15 tahun)
f. masa remaja yang sejati (16-18 tahun
g. awal masa dewasa (19-25 tahun)
h. kedewasaan dan masa tua (20 tahun ke atas)

C. PRINSIP –PRINSIP PERKEMBANGAN
Prinsip perkembangan adalah kaidah atau patokan yang menyatakan kesamaan sifat dan hakikat dalam perkembangan.
Prinsip-prinsip perkembangan:
1.      Perkemabangan mencakup rangkaian perubahan yang bersifat progresif, teratur, dan berkesinambungan.
2. Perkembangan selalu menuju proses diferensiasi.
3. perkembangan di mulai dari respon-respon yang bersifat umum.
4.   setiap orang akan mengalami tahapan perkembangan yang berlangsung secara berantai.
5. perkembangan baik fungsi jasmani maupun fungsi rohani, tidaklah dapat disamakan waktunya.
6. didalam perkembangan dikenal adanya irama atau naik turunnya proses perkembangan. Artinya perkembangan manusia itu tidak tetap, terkadang naik terkadang turun.
7.   setiap anak memiliki dorongan dan hasrat mempertahankan diri dari hal-hal negative.
8.   dalam perkembangan terdapat masa peka.
9.   perkembangan tiap-tiap anak pada dasarnya tidak hanya dipengaruhi oleh factor pembawaan sejak lahir, tetapi juga oleh lingkungan.

D.  FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN
Faktor-faktor yang menentukan perkembangan individu dibawa dari keturunan, pembawaan atau pengaruh-pengaruh lingkungan ada beberapa pendapat.
a.   Aliran Nativisme
      Aliran ini berpendapat bahwa segala perkembangan manusia itu telah ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir. Pendidikan tidak bisa mengubah sifat-sifat pembawaan. Salah satu perbedaan dasar individu adalah latar belakang hereditas masing-masing individu. Hereditas dapat diartikan sebagai pewaris atau pemindah biologis, karakteristik individu dari pihak orang tuanya. Tokoh utama aliran ini adalah seorang filosof jerman bernama Arthur Schopenhauer (1788-1860).
b.   Aliran Empirisme
      Aliran ini mempunyai pendapat bahwa dalam perkembangan anak menjadi manusia dewasa, itu sama sekali ditentukan oleh lingkungannya. Sejak atau oleh pendidik dan pengalamannya sejak kecil, manusia dapat dididik apa saja/kearah yang lebih yang baik maupun kearah yang buruk.
      Aliran teori ini dalam lapangan pendidikan menimbulkan pandangan yang otomistis yang memandang bahwa pendidikan merupakan usaha yang cukup mampu untuk membentuk pribadi manusia. Teori ini sering disebut dengan “Tabularasa” yang memandang bahwa keturunan itu mempunyai peranan. Tokoh utama bernama john locke (1632-1704).

C. Hukum Konvergensi
      Hukum ini berasal dari ahli psikologi bangsa Jerman bernama William Stern(1871-1938).. Ia berpendapat bahwa pembawaan dan lingkungan kedua-duanya menentukan perkembangan manusia, dari duah buah faktor perkembangan dan lingkungan. Kedua hal tersebut itu kita renungkan benar-benar, belum tepatlah kiranya hal itu diperuntukkan bagi perkembangan manusia, hasil dari proses alam, yaitu pembawaan dan lingkungan belaka.
Tetapi perkembangan manusia itu bukan hasil belaka dari pembawaannya dan lingkungannya. Manusia itu tidak hanya diperkembangkan tetapi iya memperkembangkan dirinya sendiri. Manusia adalah makhluk.
Proses perkembangan manusia tidak hanya oleh faktor pembawaan yang telah ada pada orang itu dan faktor lingkungannya yang mempengaruhi orang itu. Aktivitas manusia itu sendiri dalam pekembangannya turut menentukan atau memainkan peranan juga.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India